Postingan

Kebakaran di Israel, Ujian atau Azab?

Gambar
Akhir-akhir ini sedang hangat dibicarakan mengenai kebakaran yang terjadi  di Israel. Ada yang menganggap ini azab pedih yang ditimpakan Allah kepada mereka. Tetapi bagi saya, ini justru merupakan UJIAN bagi mereka. Begitu juga bagi kita. Loh, kok bagi kita? Sabar bro, baca dulu sampai akhir. Kebakaran ini jelas ujian bagi mereka, bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini pada dasarnya adalah titipan. Mereka kini merasakan pedihnya kehilangan tempat tinggal, kehilangan anggota keluarga, kehilangan harta benda, semua porak poranda, seperti halnya saat mereka melakukan kekejaman kepada bangsa Palestina. Siapa tahu, di balik ujian ini hidayah dari Allah akan datang kepada mereka. Mereka sadar bahwa yang mereka lakukan selama ini salah. Terlebih bangsa Palestina yang selama ini mereka musuhi dan rampas kemerdekaannya itu, dengan sukarela turut menawarkan bantuan kepada mereka . Kebakaran ini juga merupakan ujian bagi diri kita. Ujian untuk menahan lisan kita...

Olimpiade Pecinta Qur'an (OPQ) 2016

Gambar
Foto ini adalah kenangan 1 tahun yang lalu saat saya datang di acara ODOJ Untuk Negeri (OUN) yang sukses terselenggara di Masjid Istiqlal, Jakarta. Sedangkan untuk tahun ini, agenda besar ODOJ yaitu Olimpiade Pecinta Qur'an (OPQ) yang insya Allah akan dilaksanakan tanggal 5-13 November mendatang. Tidak sabar rasanya ingin segera datang di acara puncak OPQ, yaitu Tilawah Akbar, yang insya Allah akan menghadirkan 5 Syaikh dari 5 benua dan dihadiri oleh beberapa tokoh nasional. Tak lupa panitia mentargetkan 75.000 orang untuk bisa hadir dan melakukan tilawah bersama di Candrabhaga Stadium, Bekasi. Masya Allah... Kebayang kan betapa seru dan merindingnya kita yang nanti akan hadir di sana. Semoga sedikit syiar Al-Qur'an yang dilakukan oleh komunitas One Day One Juz ini dapat memberikan energi positif dan semangat bagi bangsa Indonesia ini untuk semakin mencintai dan memuliakan Al-Qur'an. Aamiin. Sehingga tidak ada lagi kasus penistaan terhadap Al-Qur'an, yang ada adalah...

Pekerja vs Pengusaha

Gambar
Banyak teman yang bekerja di perusahaan (terutama perusahaan swasta) sering mengeluh karena saat mereka bekerja sering mendapat tekanan dari boss/pimpinannya. Mereka tidak tahu kalau sebagian besar pengusaha (terutama pengusaha pemula) ternyata juga hidupnya sering mendapat tekanan. Tekanan dari pesaing, rekan kerja yang tidak sevisi, naik turunnya harga bahan baku, munculnya inovasi produk baru, dan sebagainya. Tapi bedanya, pengusaha cenderung tidak mengeluh karena menganggap itu semua sebagai TANTANGAN yang harus dihadapi. Inilah perbedaan yang sebenarnya. Menjadi pekerja atau pengusaha adalah soal MENTALITAS, bukan melulu soal pekerjaan. Tak sedikit pekerja yang memiliki mental pengusaha, yang akhirnya dia berhasil meraih jabatan tertinggi di perusahan tempatnya bekerja. Dan sangat banyak menemukan pengusaha dengan mental pekerja, belum apa-apa maunya kerja enak, tidak disiplin terhadap target sendiri, kerjaannya ngopi dan nongkrong dengan sesama pengus...

Ruang Tunggu

Gambar
Aku merasa beruntung ditakdirkan menjadi seorang lelaki. Yang dalam masa penantian ini, lebih dituntut untuk banyak bertindak daripada menunggu. Meskipun, dalam bertindak juga diperlukan keberanian dan persiapan mental yang layak. Meskipun, ada resiko yang harus ditanggung dalam setiap tindakan, yaitu penolakan. Meskipun, setiap lelaki punya cara masing-masing dalam mendefinisikan tindakan itu sendiri. Ada yang terlampau berani, mengumbar umpan kesana kemari, dengan harapan ada salah satu yang mau menjadi pujaan hati. Ada yang memilih hati-hati sekali, karena merasa ini persoalan hidup dan mati. Ada pula yang sangat khawatir dengan penolakan, sehingga tak kunjung datang untuk menghalalkan. Tetapi, dibanding perasaan yang harus ditanggung setiap lelaki, aku tetap tidak bisa membayangkan bagaimana was-was nya kamu yang ada di sana. Yang sedang menunggu, ada seorang pemuda baik yang datang meminta restu kepada kedua orang tuamu. Terlebih, jika pemuda yang datang terlebi...

Menemukan Atau Ditemukan

Gambar
Kita tentu sama-sama sudah tahu, bahwa pada dasarnya semua yang tertulis di muka bumi ini sudah terbukukan rapi di dalam 'diary' Allah bernama Lauhul Mahfudz. Rizqi yang kita peroleh dari kita bekerja atau dari pemberian orang lain. Jabatan yang kita perjuangkan dengan susah payah maupun yang kita raih dengan begitu mudah. Itu semua adalah perkara siapa yang menemukan atau ditemukan terlebih dahulu. Rizqi yang menjemput kita, atau kita yang menjemput rizqi lebih dulu. Jabatan yang meraih kita, atau kita yang meraih jabatan lebih dulu. ... Hmm...begitu pula antara aku dan kamu. Dahulu kita pernah sama-sama berada dalam ruang tunggu antara aku yang menemukan kamu lebih dahulu atau aku yang ditemukan kamu lebih dahulu. Sampai akhirnya kita saling menemukan satu sama lain, tanpa tahu siapa yang menemukan siapa terlebih dahulu. Dan seperti halnya rizqi dan jabatan yang telah Allah titipkan kepada setiap hamba-Nya, ada satu hal yang perlu aku la...

Burung Pembawa Pesan

Gambar
"Banyak orang berpikiran ketika sudah menikah nanti akan bisa melakukan ini itu dsb. Merasa semuanya akan menjadi lebih mudah dilakukan karena sudah memiliki pasangan yang bisa diajak berbagi dan bekerja sama." "Tetapi, Benarkah realitanya seperti itu? Bukankah banyak pasangan ketika setelah menikah justru perlahan-lahan mundur dalam barisan kebaikan?" "Dan, tidak kah kau lihat dirimu saat ini? Jika saat masih sendiri saja kau sudah sering rapuh, apa yang menjaminmu menjadi tangguh saat sudah bersama dengannya?" "Jangan-jangan menikah hanya kau jadikan alasan untuk bisa menjadi biasa-biasa saja saat ini. Dan nanti setelah menikah pun, akan tetap menjadi biasa-biasa saja." "Hai, sadarlah!", pesan terakhir burung yang menyadarkan lamunanku.

Siapa dan Bagaimana

Gambar
Temanku yang saat itu sedang dalam proses ta'aruf dengan calon istrinya pernah berpesan, "Menikah itu bukan perkara (dengan) 'siapa', tetapi 'bagaimana' kamu menjalani prosesnya." Di lain kesempatan, sahabatku yang saat ini hidup bahagia bersama istrinya pernah mengisahkan, "Aku sama istriku setiap bulan sekali pasti keluar untuk nonton bioskop. Ga peduli filmnya apa. Karena istriku memang suka nonton film. Kalau film romantis, biasanya istriku yang nonton, aku tidur. Kalau film action, aku yang nonton, gantian istriku tidur. Tapi kami ga pernah mempermasalahkan itu. Karena memang kita punya kesukaan masing-masing. Kalau kata istriku, 'Yang penting aku udah ditemenin nonton sama kamu. Makasih ya, Bi.' Itu sudah cukup buat istriku bahagia. Karena ini tentang (bersama) 'siapa', bukan 'bagaimana' (keadaannya)." Dua pesan dengan makna yang sangat dalam. Tentang dua kondisi berbeda mendahulukan 'siapa...

Hidup Mulia Tanpa Riba

Gambar
Ketika berbicara tentang riba, masih banyak orang yang merasa awam dengan istilah yang satu ini. Kebanyakan pernah mendengar riba dan tahu bahwa itu haram, namun banyak pula yang tidak tahu bahwa ternyata dirinya termasuk ke dalam pelaku riba itu sendiri. "Allah melaknat orang yang memakan (pemakai) riba, orang yang memberi riba, dua orang saksi dan pencatat (dalam transaksi riba), mereka sama saja." (HR. Muslim) Jika saat ini kita termasuk seperti yang disebutkan pada hadits di atas, mari kita bertaubat dan segera cari tahu apa itu riba. Mumpung belum terlambat dan terlalu jauh masuk ke dalam kubangan riba. Islam mewajibkan umatnya untuk terus menuntut ilmu hingga akhir hayat. ”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah) Ketidaktahuan kita akan suatu hal memang mendapat keringanan dari Allah. Tetapi ketidaktahuan yang mana dulu? Ketidaktahuan karena belum sempurnanya kita saat belajar atau ketidaktahuan kita karena tidak mau belajar? B...

Bukan Sebatas Takdir

Gambar
Kau tahu apa bedanya ujian sekolah dan ujian kehidupan yang sesungguhnya? Jangan pernah kau samakan, karena ia sungguh berbeda, sungguh. Ujian sekolah seringkali hanya menawarkan satu solusi, just one. Tidak ada pilihan lain selain kau menulis jawaban dari gurumu supaya benar. Sedangkan ujian kehidupan menawarkan puluhan bahkan mungkin ribuan solusi dari setiap masalah yang ada. Kau diberi kesempatan untuk memilih. "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (94: 5-6) Ada banyak pilihan benar, dan tentu saja ada banyak pilihan salah. Maka mendekatlah ke Maha Benar ketika kebenaran yang akan kau pilih. Lalu pandanglah ujian, cobaan, serta amanah adalah cara Allah menempa kita, bukan sebatas takdir yang sudah semestinya melekat pada diri kita.

Belajar Tulus Di Dunia Yang Penuh Modus

Gambar
Di saat banyak orang berlomba-lomba memenuhi gaya hidup, yang penting kita bisa tetap hidup, cukup. Di saat banyak orang terpikat mengejar dunia, kita fokus saja mengejar akhirat, nanti kan dunia yang merapat. Di saat banyak orang berambisi mem'permak' penampilan,  tetaplah tampil menawan, tapi tanpa karbitan. Kalau kata Ustadz Riyadh, "Belajarlah untuk tulus, di dunia yang penuh dengan modus."

Cinta Subuh Edisi Pertanyaan Calon Mertua

Gambar
Kalau kita sedang di posisi yang melamar (baca: mengkhitbah), lebih mudah menjawab pertanyaan dari calon mertua yang mana ya? Yang atas atau yang bawah? :D Tapi percayalah, apapun pencapaianmu saat ini, calon mertua kita pernah berada di posisi yang sama dengan kita kok. Insya Allah beliau juga tahu bahwa saat ini kita sedang berproses. Yang penting tetap tenang dan yakin, seperti saat Dodi menjawab pertanyaan dari ayahnya Aghnia, hehe. *nggaya, kayak udah pernah aja xP ### NB: Yang belum nonton Trilogy film pendek "Cinta Subuh" bisa searching di Channel Youtube dengan kata kunci "Film Maker Muslim - DAQU Movie".

Jangan Lupa (Bikin Orang Lain) Bahagia!

Gambar
Jika kemarin yang kita pikirkan selalu tentang diri kita sendiri, maka mulai sekarang mari kita ubah mindset kita. Jangan Lupa (bikin orang lain) Bahagia! Karena kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa membahagiakan orang lain. Orang tua, kakak adik, saudara, sahabat, teman, tetangga, mereka semua itu perlu untuk kita bahagiakan. Aaahh...jadi teringat sebuah hadits yang tentu teramat sangat familiar di telinga kita, namun tampaknya masih jauh dari perilaku sehari-hari kita. "...sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Thabrani dan Daruquthni) Sudah sejauh mana kita bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita?

Kajian Hikam 16/11/2015 - Cinta Yang Membahayakan

Gambar
Tiga jenis cinta yang membahayakan: (1) Cinta dunia; (2) Cinta gelar/jabatan; dan (3) Cinta pujian. Hidup di dunia itu sangat, sangat, sangat sebentar. Ibarat musafir yang melakukan perjalanan jauh berbulan-bulan, kehidupan dunia itu seperti saat musafir tersebut istirahat minum air di bawah pohon lalu melanjutkan perjalanannya kembali. Dunia itu sangat terbatas, akhirat tanpa batas. Nikmat apapun di dunia, ada batasnya, begitu pula siksanya. Di akhirat, nikmat dan siksa abadi tidak ada batasnya. Dunia itu sangat hina, tidak layak dibandingkan akhirat yang mulia. "Dunia itu dilaknat oleh Allah, dan dilaknat pula isi seluruh dunia. Kecuali dzikir kepada Allah dan apa saja yang menjadi sarana untuk ibadah." (Al-Hadits) Misalnya, motor dilaknat oleh Allah jika digunakan untuk pacaran. Tapi kalau motor digunakan untuk berangkat ngaji, itu diperbolehkan. "Banyak amalan yang sebenarnya ukhrowi, tetapi tercatat sebagai duniawi, dikarenakan niatnya...

Ketiadaan Cahaya

Gambar
Apa yang terjadi pada dunia ini jika dalam satu jam ke depan saja tidak ada cahaya? Benar-benar tidak ada cahaya. Gelap. Gulita. Maka akan ada banyak kemungkinan yang terjadi. Kendaraan saling bertabrakan di jalan raya, kita yang ingin mengambil sesuatu di dalam almari menjadi tidak tahu apakah yang kita ambil benar atau salah, meja bisa kita duduki, kursi bisa kita jadikan meja, dan sebagainya. Semuanya kacau. Berantakan. Karena kondisinya benar-benar gelap, tanpa ada penerangan. Itulah yang terjadi pada diri kita ketika tidak ada cahaya di dalamnya. Banyak hal menjadi tertukar, istri sendiri dimarahi - istri orang dizinahi, orang tua sendiri ditelantarkan - orang lain yang bukan mahram dibela mati-matian. Hidup berantakan, susah cari kerjaan. Permasalahan seakan rumit, tidak ada solusinya. Jika sudah begitu, lantas bagaimana? Solusi atas masalah-masalah kita bukannya tidak ada. Seperti halnya kendaraan yang saling bertabrakan, barang yang akan kita am...

Gazan Azka, Si Miliuner Muda

Gambar
Yang tengah itu, namanya Gazan Azka, percaya ga sih kalau di usianya yang baru 19 tahun dia sudah punya omzet mencapai 1 Miliar dari jualan keripik pisangnya? Iya, serius keripik pisang. Bukan jualan property atau kapal pesiar. Awalnya, saya pun antara percaya ga percaya dan pengin banget suatu saat bisa ketemu si Gazan ini untuk bertanya langsung serta membuktikannya sendiri. Qadarullah, Allah memberi jalan mempertemukan saya dengan anak ini melalui sebuah seminar tidak lama setelah saya "mengenalnya" melalui internet. Setelah ikut seminarnya, saya cuma bisa geleng-geleng kagum kepada adik sekaligus (yang sudah saya anggap sebagai) guru saya ini. Mindsetnya, mentalnya, joss...!! Padahal Gazan ini bukan orang mampu. Waktu dia kecil, cita-citanya saja hanya ingin membeli Chitato *pas bagian ini bingung mau ketawa atau sedih :'D Tapi akhirnya dia membuktikan, dari kegagalan-kegagalan di masa kecil dan beberapa usaha yang dia jalani sebelumnya, kini dia ...

Apa Hakikat Hidupmu?

Gambar
Kita mungkin memang butuh diingatkan, selalu diingatkan, bahwa hakikat hidup di dunia ini adalah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya. Lantas kenapa kita sering mengeluh ketika kita berkorban jauh lebih banyak daripada orang lain? Lantas kenapa kita mudah sakit hati ketika apa yang kita berikan lebih banyak dari apa yang kita terima? Hai, Fulan. Siapa yang kau tiru? Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam? Yang katamu uswatun hasanah? Yang kau bilang panutan terbaikmu itu? Asal kau tahu, malaikat penjaga gunung pernah meminta ijin untuk menimpakan Uhud ke salah satu kaum yang tidak mengikuti nasihat beliau, tapi beliau menolaknya. Asal kau tahu, setiap beliau pergi ke masjid, setiap kali itu pula beliau diludahi, yang entah suatu ketika si peludah yang biasa meludahinya tidak ada lantas beliau merindukannya, "Kemana perginya orang yang biasa meludahiku?" Bahkan di akhir hayatnya, beliau masih sempat mengingat ...

Sabar, Perbaiki Diri, dan Berpuasalah

Gambar
Syukur, seringkali gagal terucap karena diiringi oleh rasa semu yang membutakan. Misalnya, ketika kita makan. Pernah dengar istilah, "Bumbu terenak dari setiap masakan adalah rasa lapar"? Sayangnya, selalu dan selalu, konsentrasi kita terlalu banyak teralihkan kepada enak dan tidaknya rasa dari makanan itu. Padahal, seenak apapun makanan yang kita makan, kalau kita makan dalam kondisi perut yang sudah kenyang, menjadi biasa saja tuh rasanya. Bahkan besar kemungkinan tidak kita habiskan, karena perut kita sudah tidak sanggup menampungnya. Sebaliknya, sestandar apapun rasa makanan yang kita makan, sepiring itu rasanya kurang kalau kita makan dalam kondisi perut yang kosong. Lapar, menjadi sesuatu yang seringkali lupa untuk kita syukuri. Terbutakan oleh rasa dari makanan yang akan kita makan. ### Kalau itu tadi tentang makan, kondisi yang sama berlaku pula terhadap masalah kehidupan yang sedang kita lalui. Kita ini memang makhluk yang mudah lupa, ser...

Bercita-cita Menjadi Seorang Sales Produk

Gambar
Panasnya kota Semarang siang ini membuat saya memutuskan untuk rehat sejenak di salah satu masjid di tepian Jalan Soekarno-Hatta. Saat sedang asik menikmati semilir angin di serambi masjid, ada seorang sales produk sebuah permen yang ikut memarkir motornya, beristirahat sebentar, lalu mengeluarkan nota-nota tagihan dan mulai menghitungnya satu per satu. Percaya atau tidak, saat kecil dulu saya pernah punya cita-cita menjadi sales produk seperti mas yang sedang duduk di samping saya ini. Sebuah pekerjaan yang bisa dikatakan "kurang layak" untuk dijadikan sebuah cita-cita. Aneh sih memang. Saya sendiri masih suka heran ketika mengingatnya. Alasannya sederhana, karena dahulu hampir semua Paman saya memiliki profesi yang sama, yaitu menjadi sales produk. Pekerjaannya mengantar produk dari satu toko ke toko lainnya, lalu menagih uang ke pemilik toko setiap akhir bulannya. Saya tahu karena saat itu sering diajak oleh Paman bekerja. Dahulu saya berpikir pekerjaan in...

Makna Ukhuwah Dalam Sebuah Jama'ah

Gambar
Kemarin, saya merasa diberi kesempatan untuk belajar kembali tentang makna sebuah ukhuwah, dalam perjalanan 2 hari 2 malam yang sangat luar biasa. Berangkat dari Semarang menuju Jakarta, kami yang berjumlah kurang lebih 48 orang memutuskan untuk berangkat dalam satu rombongan besar. Jumlah yang tidak sedikit untuk sebuah perjalanan yang menggunakan kereta api dan tanpa kendaraan pribadi. Selama perjalanan, kami belajar untuk saling membantu dan mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Dalam setiap kesempatan, kami belajar memahami karakter kawan-kawan kami yang berlainan satu sama lain. Dan saat momen-momen tertentu, kami belajar untuk meletakkan kepentingan kawan-kawan kami jauh di atas kepentingan kami pribadi. Inilah, makna ukhuwah dalam sebuah jama'ah. Sebuah hal yang tentu akan menjadi biasa, berbeda makna, dan berbeda rasa, ketika 48 orang itu terpisah dalam kelompok-kelompok kecil. Alhamdulillah, rasa lelah yang mendera selama perjalanan terbayar lunas dengan ...

Calon Enterpreneur Hafidz Hafidzah

Gambar
Hari Sabtu kemarin, saya mendapat kesempatan untuk sharing tentang materi kewirausahaan di depan adik-adik Pesantren Tahfidz Bina Insani Semarang. Ini merupakan pengalaman pertama saya berbicara tentang materi "seberat" ini di depan adik-adik seusia anak SMP. Memang sebelumnya beberapa kali materi yang hampir sama sudah pernah saya bawakan di hadapan teman-teman mahasiswa dan adik-adik SMA, tapi tentu bukan hal mudah menyusun ulang materi ini supaya tidak membosankan dan mudah dipahami oleh adik-adik kita yang masih seusia SMP ini. Alhamdulillah, ternyata mereka antusias sekali menyimak slide demi slide presentasi. Dalam sharing kemarin, saya lebih menekankan pentingnya mempunyai mindset dan mental seperti entrepreneur. Untuk ke depan mau jadi apa, insya Allah tidak masalah asalkan punya dua modal utama ini. Banyak kok pengusaha tapi mindset dan mentalnya bukan/belum menjadi entrepreneur, sehingga dia sulit berkembang. Dan banyak juga karyawan yang punya ...