Berhenti Menjadi Pencari Perhatian - Bagian 2
Saya ingat ketika dahulu masih baru-barunya masuk organisasi kampus, saya sangat haus sekali dengan pengalaman. Ingin rasanya bertanya semua hal kepada kakak-kakak angkatan, tetapi selalu saja ada rasa malu, gengsi, dan takut. Namun semua rasa itu terbungkus rapi dalam pembenaran berwujud pertanyaan "Mengapa kakak-kakak dalam organisasi ini tidak perhatian dengan saya?" Saya merasa sebagai adik atau yang masih muda tentulah HARUS menjadi perhatian kakak-kakaknya. Saya tidak peduli mereka itu sesibuk apa, di luar organisasi punya urusan apa saja, harus membagi perhatian dengan siapa saja, dan sebagainya. Sehingga pertanyaan itu terus bermunculan di tahun pertama dan tahun kedua saya berorganisasi, "Mengapa kakak-kakak dalam organisasi ini cuek sekali dengan adik-adiknya?" Menginjak tahun ketiga, otomatis saya menjadi kakak karena sudah mempunyai adik angkatan. Di organisasi pun menjadi penggerak utamanya karena sudah dianggap senior dan mendapatkan kepercay...