"Menulis adalah salah satu cara untuk mencari jati diri, maka MENULISLAH!"

Setiap postingan di Blog ini adalah tanggung jawab seorang Blogger yang menyebut dirinya "Pembelajar Sejati". Jika Anda tertarik dengan isi blog ini, silahkan klik tombol "Subscribe" di bawah ini. Terima Kasih.

Kebakaran di Israel, Ujian atau Azab?




Akhir-akhir ini sedang hangat dibicarakan mengenai kebakaran yang terjadi  di Israel. Ada yang menganggap ini azab pedih yang ditimpakan Allah kepada mereka. Tetapi bagi saya, ini justru merupakan UJIAN bagi mereka. Begitu juga bagi kita. Loh, kok bagi kita? Sabar bro, baca dulu sampai akhir.

Kebakaran ini jelas ujian bagi mereka, bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini pada dasarnya adalah titipan. Mereka kini merasakan pedihnya kehilangan tempat tinggal, kehilangan anggota keluarga, kehilangan harta benda, semua porak poranda, seperti halnya saat mereka melakukan kekejaman kepada bangsa Palestina.

Siapa tahu, di balik ujian ini hidayah dari Allah akan datang kepada mereka. Mereka sadar bahwa yang mereka lakukan selama ini salah. Terlebih bangsa Palestina yang selama ini mereka musuhi dan rampas kemerdekaannya itu, dengan sukarela turut menawarkan bantuan kepada mereka.

Kebakaran ini juga merupakan ujian bagi diri kita. Ujian untuk menahan lisan kita dari menghina mereka, "ber-syukur" atas musibah yang sedang terjadi, mengatakan ini semua adalah azab pedih, dan sebagainya.

Perkara kebakaran ini azab atau bukan, itu hanya Allah yang Maha Tahu. Sebagai hamba, kita tidak diperbolehkan menghakimi orang lain. Toh kebakaran itu juga kita belum tahu menimbulkan korban siapa saja. Bisa jadi yang menjadi korban adalah rakyat biasa yang tidak tahu apa-apa kan? Sedangkan pemerintah Israel yang menjadi dalang kekejaman di tanah Palestina justru tidak terkena imbasnya.

Dan juga, jika setiap kebakaran dinilai sebagai azab, lantas bagaimana dengan kebakaran yang terjadi di Indonesia kemarin? Apakah kita lantas menganggap itu merupakan azab bagi bangsa ini pula?

Boleh menghakimi azab, tetapi ditujukan kepada diri kita sendiri. Tentunya sebagai sarana untuk muhasabah dan introspeksi.
RELATED POSTS

Click here for comments 0 komentar: